1 September: Hari Buruh 1 September: Hari Polisi Wanita (Polwan) 8 September: Hari Aksara 8 September: Hari Pamong Praja 9 September: Hari Olahraga Nasional 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 11 September: Hari Peringatan Serangan 11 September 2001 17 September: Hari Palang Merah Indonesia 17 September: Hari Perhubungan Nasional 21 September: Hari Perdamaian Dunia 24 September: Hari Tani 26 September: Hari Statistik 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) 28 September: Hari Kereta Api 28 September: Hari Rabies Sedunia 28 September: Hari Tunarungu Internasional[25] 29 September: Hari Sarjana Nasional 29 September: Hari Jantung Sedunia 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965

240 Pemuda Sulawesi Selatan Dilantik dan Dikukuhkan Sebagai Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Kemenpora

  • Kamis, 10 Agustus 2017

KEMENPORA.GO.ID | Makassar: Hari ini, Rabu (9/8) sore, sebanyak 240 pemuda Sulawesi Selatan dilantik dan dikukuhkan sebagai Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) se-Sulawesi Selatan dengan jargon "Pemuda Indonesia Siap Perangi Narkoba" oleh Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah yang mewakili Menpora di Kantor Gubernur, Jl Jend Urip Sumohardjo No 269, Panaikang, Panakkukang, Kota Makassar. Program Pemuda Anti Narkoba merupakan salah satu program prioritas tahun 2017 Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Pembangunan kepemudaan saat ini dihadapkan pada sekurang-kurangnya 4 ancaman, yakni, penyalahgunaan narkoba, radikalisme dan intoleransi yang bermuara pada tindak terorime, penyebaran tingkat prelevensi HIV/AIDS, perilaku bebas dan penyimpangan sex. Keempat ancaman ini dikhawatirkan menyebabkan Indonesia akan kehilangan satu generasi produktif generasi muda harapan bangsa. Pembentukan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) merupakan salah satu cara pemberdayaan pemuda agar turut berpartisipasi mengeliminasi 4 ancaman tersebut dalam hal pencegahan dan penyalahgunaan narkoba.   

Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi selain Sumsel, DIY, NTB, dan Banten yang menjadi fokus tahun ini, sebagai tempat pelatihan KIPAN. "Usia pemuda khususnya 16-30 tahun adalah usia kritis, dimana pencarian jati diri rentan dengan berbagai ancaman dan godaan, oleh karenanya Kemenpora membuat program yang berjenjang dan berkesinambungan kader-kader pemuda anti narkoba," kata Faisal dalam sambutannya.  

Tujuan strategis KIPAN untuk seluruh Indonesia dan khususnya di Sulsel diharapkan pada tahun 2030 menjadi titik nol pertumbuhan narkoba (zero growth), tingkat aktivitas jasmani 16-30 tahun mencapai 60% dari total pemuda, kontribusi industri kreatif pemuda Sulsel minimal 20% dari total industri kreatif nasional. "Jangan biarkan diri anda, keluarga anda, lingkungan anda terjerumus dalam narkoba, bersiaplah perangi narkoba," tambahnya yang disambut yel bersama seluruh peserta "Pemuda: Siap Perangi Narkoba".  

Asisten III Setda Sulsel Ruslan Abu menyampaikan terima kasih kepada Kemenpora yang telah menunjuk dan menginisiasi Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu tempat pengkaderan KIPAN. "Semoga mampu menjadikan Sulsel menjadi titik nol pertumbuhan narkoba," katanya saat menyampaikan sambutan Gubernur.   Sebagaimana dilaporkan Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Mulyadi Adnan bahwa pelatihan KIPAN ini dilaksanakan tanggal 8-9 Agustus 2017, diikuti 240 pemuda yang dilanjutkan dengan 1000 pemuda di masing-masing 6 kabupaten kota di Sulawesi Selatan sehingga total akan ada kader inti sejumlah 6240 kader. Pengukuhan ditandai dengan pengucapan janji, penyerahan sertifikat, dan penyematan pin BNN.   

Turut hadir dalam acara ini dari Kemenpora, Stafsus Bidang Kepemudaan Zainul Munasichin, Juru Bicara Anindya Kusuma Putri, Duta Anti Narkoba Pemuda Pelajar Gloria Natapradja Hamel, Kepala Biro Humas dan Hukum Kemenpora Amar Ahmad, Asdep Peningkatan Wawasan Pemuda Mulyadi Adnan. Adapun dari BNN hadir Deputi Pemberdayaan Masyarakat Sobri Effendy, dan Kadispora Sulsel Sri Endang Sukarsih. (cah)  

sumber | http://kemenpora.go.id/index/preview/berita/11667