1 September: Hari Buruh 1 September: Hari Polisi Wanita (Polwan) 8 September: Hari Aksara 8 September: Hari Pamong Praja 9 September: Hari Olahraga Nasional 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 11 September: Hari Peringatan Serangan 11 September 2001 17 September: Hari Palang Merah Indonesia 17 September: Hari Perhubungan Nasional 21 September: Hari Perdamaian Dunia 24 September: Hari Tani 26 September: Hari Statistik 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) 28 September: Hari Kereta Api 28 September: Hari Rabies Sedunia 28 September: Hari Tunarungu Internasional[25] 29 September: Hari Sarjana Nasional 29 September: Hari Jantung Sedunia 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965

7th Asian Youth Day Diharapkan Pemuda Jadi Garda Terdepan Jaga Perdamaian Lingkungan.

  • OKP,Pemuda
  • Kamis, 10 Agustus 2017

KEMENPORA.GO.ID | Jakarta : Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah didampingi Asdep Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Esa Sukmawijaya dan Kabag Humas Agus Lesmana menggelar konferensi pers Rabu (2/8) sore di Teater Kemenpora terkait penyelenggaraan 7th Asian Youth Day (AYD) di Yogjakarta 2-6 Agustus 2017.  

Asian Youth Day merupakan sarana untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Indonesia aman, damai, dan mampu menjaga persatuan dan kesatuan. Hasil dari AYD ini diharapkan pemuda menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mencapai perdamaian dilingkungan sekitarnya.   

Menurut Faisal Abdullah berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan telah terjadi penurunan indeks kegiatan keagamaan pemuda pada tahun 2009 pada angka 0,67 % turun di tahun 2015 menjadi 0,52 %. Oleh karena itu, Kemenpora mendorong berbagai pihak untuk mengantisipasi penurunan kembali dan berupaya meningkatkannya terutama mendukung berbagai aktivitas keagamaan yang dapat dilaksanakan dan dikuti oleh pemuda Indonesia. Dengan mendukung Asian Youth Day 2017 ini, Kemenpora berusaha menggaet berbagai pihak untuk bertanggungjawab meningkatkan peran aktif pemuda dalam berbagai aktivitas keagamaan baik dalam ruang lingkup nasional maupun global," ujar Faisal.   

Faisal menjelaskan sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk hadir dan selalu dirasakan keberadaan dalam berbagai aktivitas kepemudaan di seluruh wilayah Indonesia. Karenanya, dukungan ini bisa juga dirasakan oleh seluruh pemuda Indonesia khususnya kepada peserta yang berasal dari seluruh Indonesia yang merupakan representasi dari keterwakilannya dari seluruh pemuda indonesia.  

"Selain dihadiri perwakilan  pemuda dari 21 negara di Asia juga dihadiri oleh para pemuda Indonesia yang telah lolos seleksi dari berbagai pelosok Indonesia dengan peserta mencapai 2500. Melalui kegiatan ini pemuda diharapkan dapat membangun jejaring dan saling belajar atas keberagaman budaya Indonesa dan Asia.   

Sementara itu menurut Esa Sukmawijaya, AYD even 3 tahunan yang merupakan sarana perjumpaan bagi seluruh pemuda katolik di Asia. Kemenpora berpartisipasi pada pameran dengan menampilkan produk karya wirausaha muda. "Ada  3 acara besar yakni Day in the Diocese, Days in AYD’s Venue and Asian Youth Ministers’ Meeting (AYMM)?. Ada beberapa kegiatan di acara tersebut, misalnya sharing, festival, ekaristi, sakramen tobat, devosi, prayer,  festival dan lain-lain. Orang muda hadir dalam realitas kehidupan umat beriman dan merasakan langsung kehidupan saudara-saudarinya di Negara yang berbeda," lanjut Esa. (rep)    

sumber | http://kemenpora.go.id/index/preview/berita/11638