1 September: Hari Buruh 1 September: Hari Polisi Wanita (Polwan) 8 September: Hari Aksara 8 September: Hari Pamong Praja 9 September: Hari Olahraga Nasional 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 11 September: Hari Peringatan Serangan 11 September 2001 17 September: Hari Palang Merah Indonesia 17 September: Hari Perhubungan Nasional 21 September: Hari Perdamaian Dunia 24 September: Hari Tani 26 September: Hari Statistik 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) 28 September: Hari Kereta Api 28 September: Hari Rabies Sedunia 28 September: Hari Tunarungu Internasional[25] 29 September: Hari Sarjana Nasional 29 September: Hari Jantung Sedunia 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965

Buka Kongres PMII ke-XIX, Presiden Jokowi Titip PMII Jaga Persatuan Bangsa Indonesia

  • OKP,Pemuda,Sulteng
  • Rabu, 17 Mei 2017

KEMENPORA.GO.ID | Palu: Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, beberapa menteri Kabinet Kerja, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, dan Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf, membuka Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), di Aula Bawah Masjid Agung Darussalam Bumi Tadulako Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5) pagi. "Meneguhkan Konsensus Bernegara untuk Indonesia Berkeadaban", menjadi tajuk utama yang diusung demi menggelorakan semangat kebangsaan dan keutuhan NKRI.

Dunia bergerak dinamis dan sangat cepat, negara-negara lain sudah berada pada era teknologi yang luar biasa, Indonesia sebagai bangsa besar mau tidak mau harus mengikuti dan menyesuaikan diri bila tidak ingin makin ketinggalan jauh. "Saat ini saya lihat dunia bergerak sangat cepat, ada elon musk, jack ma, offshore aquaculture, dan lain-lain, kalau kita masih berkutat seperti ini dan tidak mau menyesuaikan diri, apalagi generasi mudanya, pasti kita akan ditinggal," awal pidato Presiden.

Khusus kepada PMII, Presiden berpesan, "Jangan habiskan energi untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, jadilah mahasiswa dan pemuda yang terus kreatif dan inovatif, jangan semua berfikir menjadi politisi, berfikirlah juga pada bidang-bidang lain seperti menjadi enterprenure, pengusaha, karena kita masih harus mengejar kekurangan prosentase pengusaha yang ideal diatas 5%, dengan demikian kemajuan bangsa akan cepat terwujud," pesan Presiden.

Adapun untuk semua yang hadir dan seluruh warga bangsa, "Saya titip, jaga persatuan kita, kita semua bersaudara, hentikan saling menghujat, menfitnah, saling membenci, kita ditakdirkan berbeda-beda, akan tetapi itu penuh potensi untuk bersama-sama membangun bangsa," akhir petuah Presiden.

Ada sinyal penting yang digaungkan Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf sebagai pidato perpisahan jelang berakhirnya masa bhakti, "Kongres PMII ke-XIX kali ini sengaja digelar di Tanah Tadulako Palu, ini pertanda bahwa kita ingin buktikan ,katanya disini tumbuh benih radikalisme, ada bibit-bibit anti NKRI, kehadiran PMII siap menangkal dan menjadi benteng untuk tidak akan pernah merelakan sejengkal tanah pun dihuni para intoleransi dan inkonstitusi," suara lantangnya yang disambut tepuk tangan gegap gempita seluruh hadirin.

Sementara dalam ucapan selamat datang Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyampaikan, "Terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden dan seluruh Kabinet Kerja serta para pejabat tinggi negara, semua ini bukti kecintaan untuk masyarakat Sulteng, semoga kongres PMII berjalan lancar menghasilkan keputusan-keputusan penting demi masa depan pembangunan khususnya kepemudaan yang semakin baik," ucapnya.

Kongres ini akan diadakan pada 15-19 Mei dengan diikuti peserta kader sebanyak 1.000 orang dari 238 cabang dan 25 pengurus tingkat provinsi. Salah satu agenda utama adalah pemilihan Ketum, yang saat ini sudah ada 15 kader akan dipilih sebagai calon Ketua Umum PB PMII 2017-2019.

Peresmian pembukaan ditandai dengan penabuhan bedug oleh Presiden Jokowi. Hadir, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Mesesneg Pratikno, Menristek Dikti M. Nasir, Menaker Muhammad Hanif Dhakiri, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Kapolri Tito Karnavian, Ketum Majelis Pembina PB PMII Abdul Muhaimin Iskandar. (cah)

 

sumber | http://www.kemenpora.go.id/index/preview/berita/11438