1 September: Hari Buruh 1 September: Hari Polisi Wanita (Polwan) 8 September: Hari Aksara 8 September: Hari Pamong Praja 9 September: Hari Olahraga Nasional 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 11 September: Hari Peringatan Serangan 11 September 2001 17 September: Hari Palang Merah Indonesia 17 September: Hari Perhubungan Nasional 21 September: Hari Perdamaian Dunia 24 September: Hari Tani 26 September: Hari Statistik 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) 28 September: Hari Kereta Api 28 September: Hari Rabies Sedunia 28 September: Hari Tunarungu Internasional[25] 29 September: Hari Sarjana Nasional 29 September: Hari Jantung Sedunia 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965

Kemenpora Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetisi Pemuda Berbasis IPTEK dan IMTAK 2017

  • OKP,Pemuda,Pendidikan
  • Kamis, 10 Agustus 2017

KEMENPORA.GO.ID | Bogor: Hari Selasa (25/7) malam, Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdulah membuka acara Pelatihan Peningkatan Kompetisi Pemuda Berbasis IPTEK dan IMTAK tahun 2017  di Grand Mulya Bogor Resort & Convention Hotel, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 100 pemuda yang terpilih ikut acara ini telah melakukan pemberdayaan di daerahnya masing-masing khususnya di bidang IPTEK dan IMTAK.    

Degan mengambil tema “Pemuda sebagai Penggerak Sentra Pemberdayaan Pemuda di Desa”, kegiatan ini menurut Faisal diharapkan pemuda mampu menerapkan dan mentransfer IPTEK-nya yang telah mereka terapkan di masing-masing desanya pada peserta lain. Selain itu juga sebagai stimulan partisipasi pemuda dalam pembangunan desa secara keseluruhan melalui penciptaan dan pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dibutuhkan di pedesaan.  

“Kemenpora akan terus mendorong peran aktif pemuda dalam pembangunan IPTEK dan IMTAK di daerah. Menurut data BPS, tahun 2018 jumlah pemuda akan mencapai jumlah 73,29 juta atau 32,07 % dan akan menjadi potensi yang sangat luar biasa bagi bangsa ini, bila para pemuda memiliki kapasitas dan idealisme sebagai generasi cinta NKRI," katanya.   

Sementara Asisten Deputi Bidang Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda Esa Sukmawijaya menyampaikan peran aktif dan partisipasi pemuda dalam setiap aktivitas pembangunan di desa perlu terus ditingkatkan agar mereka kelak akan menjadi para kader pemimpin dan pelopor yang tangguh di desanya masing-masing. Mereka sudah memberikan sumbangsih ilmu dan tenaga untuk pembangunan desa.   

Esa juga menjelaskan bahwa pelatihan bagi para pemuda desa ini juga dilakukan ini untuk merealisasikan salah satu point Nawacita yang berbunyi. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa-desa dalam kerangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Pada pelatihan ini, kami merekrut pemuda dari beberapa titik pada 40 desa percontohan dan 14 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK),” terangnya.   “Selain keterampilan di bidang teknologi, para pemuda juga harus pernah berpartisipasi dalam pemberdayaan pemuda pada bidang keagamaan, sehingga sejalan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Hal ini akan menimbulkan keseimbangan hidup bagi para pemuda sebagai kader masa depan bangsa," tambahnya. (dok)  

sumber | http://kemenpora.go.id/index/preview/pemuda/11606