1 Oktober: Hari Kesaktian Pancasila 2 Oktober: Hari Batik Nasional 5 Oktober: Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) 10 Oktober: Hari Kesehatan Jiwa 15 Oktober: Hari Hak Asasi Binatang 16 Oktober: Hari Parlemen Indonesia 16 Oktober: Hari Pangan Sedunia 24 Oktober: Hari Dokter Nasional 24 Oktober: Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 27 Oktober: Hari Listrik Nasional 28 Oktober: Hari Sumpah Pemuda 30 Oktober: Hari Keuangan

Kemenpora Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetisi Pemuda Berbasis IPTEK dan IMTAK 2017

  • OKP,Pemuda,Pendidikan
  • Selasa, 03 Oktober 2017

KEMENPORA.GO.ID | Bogor: Hari Selasa (25/7) malam, Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdulah membuka acara Pelatihan Peningkatan Kompetisi Pemuda Berbasis IPTEK dan IMTAK tahun 2017  di Grand Mulya Bogor Resort & Convention Hotel, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 100 pemuda yang terpilih ikut acara ini telah melakukan pemberdayaan di daerahnya masing-masing khususnya di bidang IPTEK dan IMTAK.    

Degan mengambil tema “Pemuda sebagai Penggerak Sentra Pemberdayaan Pemuda di Desa”, kegiatan ini menurut Faisal diharapkan pemuda mampu menerapkan dan mentransfer IPTEK-nya yang telah mereka terapkan di masing-masing desanya pada peserta lain. Selain itu juga sebagai stimulan partisipasi pemuda dalam pembangunan desa secara keseluruhan melalui penciptaan dan pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dibutuhkan di pedesaan.  

“Kemenpora akan terus mendorong peran aktif pemuda dalam pembangunan IPTEK dan IMTAK di daerah. Menurut data BPS, tahun 2018 jumlah pemuda akan mencapai jumlah 73,29 juta atau 32,07 % dan akan menjadi potensi yang sangat luar biasa bagi bangsa ini, bila para pemuda memiliki kapasitas dan idealisme sebagai generasi cinta NKRI," katanya.   

Sementara Asisten Deputi Bidang Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda Esa Sukmawijaya menyampaikan peran aktif dan partisipasi pemuda dalam setiap aktivitas pembangunan di desa perlu terus ditingkatkan agar mereka kelak akan menjadi para kader pemimpin dan pelopor yang tangguh di desanya masing-masing. Mereka sudah memberikan sumbangsih ilmu dan tenaga untuk pembangunan desa.   

Esa juga menjelaskan bahwa pelatihan bagi para pemuda desa ini juga dilakukan ini untuk merealisasikan salah satu point Nawacita yang berbunyi. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa-desa dalam kerangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Pada pelatihan ini, kami merekrut pemuda dari beberapa titik pada 40 desa percontohan dan 14 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK),” terangnya.   “Selain keterampilan di bidang teknologi, para pemuda juga harus pernah berpartisipasi dalam pemberdayaan pemuda pada bidang keagamaan, sehingga sejalan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Hal ini akan menimbulkan keseimbangan hidup bagi para pemuda sebagai kader masa depan bangsa," tambahnya. (dok)  

sumber | http://kemenpora.go.id/index/preview/pemuda/11606