1 Mei: Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat 1 Mei: Hari Buruh Sedunia 2 Mei: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 5 Mei: Hari Lembaga Sosial Desa (LSD) 10 Mei: Hari Lupus Sedunia 11 Mei: Hari POM - TNI 15 Mei: Hari Korps Resimen Mahadjaya/ Jayakarta (Menwa Jayakarta) 16 Mei: Hari Wanadri 17 Mei: Hari Buku Nasional 19 Mei: Hari Korps Cacat Veteran Indonesia 20 Mei: Hari Kebangkitan Nasiona-Hari Bakti Dokter Indonesia 21 Mei: Hari Peringatan Reformasi 23 Mei: Hari Penyu Sedunia 29 Mei: Hari Keluarga 31 Mei: Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Kemenpora Lakukan Sosialisasi IPP ke Kalimantan Selatan

  • Kedeputian,Kemenpora,Kepemudaan,Polsosbud
  • Rabu, 02 Januari 2019

DEPUTI 1    - Upaya sosialisasi Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) terus dilakukan oleh Kemenpora, terutama kepada Pemerintah Daerah. Hal ini dilakukan agar terjadi sinkronisasi pemahaman antara pusat dan daerah sehingga akan melahirkan kebijakan kepemudaan yang berbasis IPP.

 

 

Hari Senin (31/12/18) telah dilakukan kegiatan sosialisasi IPP di Provinsi Kalimantan Selatan. Acara yang diprakarsai oleh Dispora Provinsi Kalimantan Selatan tersebut dilaksanakan di Ruangan Paman Birin, Dispora Kalsel, Jalan Pramuka Banjarmasin yang dihadiri oleh Kadispora Provinsi Kalimatan Selatan, Zakly Asswan, dari Kemenpora diwakili oleh Sekretaris Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Esa Sukmawijaya. 

 

 

Sementara itu, Esa Sukmawijaya menyebutkan, kunjungannya ke Banjarmasin merupakan provinsi ketiga dalam rangkah mensosialisasikan IPP yang tak lain konsep dalam hal bagaimana untuk mengukur kinerja pembangunan kepemudaan baik nasional atau provinsi.

 

“Tanggal 13 Juli 2018 telah launching IPP yang merupakan konsep baru sebagai indikator pencapaian peran pemuda dalam pembangunan. Ada 15 indikator yang diangkat dalam launching tersebut dan dituangkan dalam 5 demensi, yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, kesempatan dan lapangan kerja, kepemimpinan dan partisipasi, termasuk gender dan diskiriminasi,” paparnya.

 

Untuk meningkatkan IPP, ditambahkannya, tentu melalui sosialisasi memasyarakatkannya  lebih dahulu. “Diperlukan juga pemahaman bersama, gerakan bersama baik tingkat  daerah maupun nasional. Misalkan melalui pemerintah daerah dengan diterbitkannya Peraturan Daerah (PERDA)  yang merupakan aksi daerah. Ada juga aksi bersama melalui lintas OPD, perguruan tinggi, lembaga-lembaga swasta, para OKP juga harus dilibatkan untuk meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan,”