1 November: Hari Inovasi Indonesia 5 November: Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 10 November: Hari Pahlawan 10 November: Hari Ganefo 11 November: Hari Bangunan Indonesia 12 November: Hari Ayah Nasional 12 November: Hari Kesehatan Nasional 14 November: Hari Brigade Mobil (Brimob) 14 November: Hari Diabetes Internasional 20 November: Hari Anak-anak Sedunia 21 November: Hari Pohon Sedunia 25 November: Hari Guru 28 November: Hari Menanam Pohon Indonesia 29 November: Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri)

Kirab Pemuda 2018 Ditutup, Virus Kebhinekaan Disebarkan

  • Kedeputian,Kepemudaan,Pendidikan
  • Rabu, 21 November 2018

DEPUTI 1 | Jakarta – Kirab Pemuda 2018 yang sudah bergulir selama 73 hari, secara resmi ditutup Menpora Imam Nahrawi di Lapangan Atletik, GOR Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (15/11). Penutupan sekaligus puncak acara Kirab Pemuda edisi kedua ini dimeriahkan dengan tarian-tarian daerah dan pertunjukkan peserta Kirab dan diakhiri dengan penampilan penyanyi Delon Idol dan Ghea.

Sebanyak 90 pemuda-pemudi terbaik dari 34 provinsi di Indonesia dan perwakilan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) menjadi peserta Kirab Pemuda 2018. Mereka terbagi dalam dua zona untuk keliling Indonesia. Selama itu mereka merekam, mempelajari, dan mengaplikasikan konsep persatuan Indonesia sebagaimana sesuai dengan slogan kegiatan Kirab Pemuda: "Berani Bersatu".

Menpora berharap agar pengalaman para pemuda selama ini dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sosial. Salah satu yang paling konkret adalah menjadi garda terdepan persatuan Indonesia. Sebagaimana semboyan negara yakni Bhineka Tunggal Ika yang bermakna walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan.

"Bentangan dari Sabang sampai Merauke adalah anugerah Allah yang harus kita jaga. Untuk itu, sebarkan virus Bhineka Tunggal Ika," ujar Menpora kepada seluruh peserta.

Selain itu, Menpora juga ingin agar para alumni Kirab Pemuda dapat mandiri dan independen secara program. Artinya menciptakan kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan untuk pembangunan Indonesia tetapi tidak bergantung kepada dana APBN. Para alumni Kirab Pemuda ditantang untuk menggaet sponsor, berkolaborasi dengan pihak lain demi membuat kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Prof. Faisal Abdullah melaporkan bahwa Kirab Pemuda 2018 yang bergulir 5 September sampai 15 November, dibagi dua zona. Masing-masing zona melewati 17 provinsi. Kegiatan yang dilaksanakan di tiap titik singgah diantaranya Pawai Budaya Kreatif Pemuda, Pentas Seni Budaya Pemuda, Bakti Sosial, Seminar Teknologi Informasi, festival karya kreatif pemuda dan sebagainya.

Juga telah dilakukan kegiatan pembobotan di 8 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Barat dalam rangkaian mendukung kegiatan Kirab Pemuda 2018. Sementara pada puncak kegiatan Kirab Pemuda 2018 juga diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan. Diantaranya kreasi Kirab Pemuda Berprestasi, lomba olahraga tradisional, motor kontes dan lainnya.

“Dalam Kirab Pemuda 2018 ini juga meraih penganugerahan Museum Rekor Indonesia (MURI) Dunia, yaitu Senam Poso Asa dengan peserta terbanyak di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara sebanyak 7600 orang, meriam bambu sebanyak 2018 unit di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dan Pencak Silat Dor di Kediri,” ujar Deputi.

Kemudian dalam puncak Kirab Pemuda 2018, MURI juga menganugerahkan plakat pemecahan rekor Indonesia kepada Menteri Imam Nahrowi. Plakat diberikan atas pemecahan rekor Indonesia kategori congklak terbesar dengan material kardus terbesar di dunia. (Jir)