1 September: Hari Buruh 1 September: Hari Polisi Wanita (Polwan) 8 September: Hari Aksara 8 September: Hari Pamong Praja 9 September: Hari Olahraga Nasional 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 11 September: Hari Peringatan Serangan 11 September 2001 17 September: Hari Palang Merah Indonesia 17 September: Hari Perhubungan Nasional 21 September: Hari Perdamaian Dunia 24 September: Hari Tani 26 September: Hari Statistik 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) 28 September: Hari Kereta Api 28 September: Hari Rabies Sedunia 28 September: Hari Tunarungu Internasional[25] 29 September: Hari Sarjana Nasional 29 September: Hari Jantung Sedunia 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965

Langkah Kongret dan Konsisten Deputi-I Selesaikan Permenpora Tentang Sentra Pemberdayaan Pemuda

  • Kedeputian,Lintas Sektor,Pemuda
  • Selasa, 25 Juli 2017

DEPUTI I |  Jakarta. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda melalui Sekrtariat Kedeputian melakukan rapat kerja dalam rangka membahas rancangan Permenpora sebagai regulasi yang akan menjadi pijakan dan pedoman bagi pemangku kepentingan dalam melaksanakan program Kemenpora dibidang kepemudaan. Rapat pembahasan berlangsung selama 3 hari di Hotel Puri Denpasar Jakarta.(18-20/7/17).

Acara dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Prof. Faisal Abdullah dalam sambutan Faisal menyambut baik langkah yang diambil oleh Kesekretariatan Deputi yang kembali melaksanakan kegiatan acara dengan tema Pembahasan Norma Standar, Prosedur, dan Krtieria Tentang Sentra Pemberdayaan Pemuda. Faisal berpesan dan berharap rapat pembahasan agenda penyusunan Draf tentang rancangan aturan selama 3 hari kedepan ini dapat menghasilkan sesuatu yang positif dan mencapai titik tahap menuju finalisasi khususnya yang berhubungan dengan aturan-aturan tentang kepemudaan sehingga menjadi masukan penting untuk melengkapi peraturan yang sudah ada, guna mewujudkan reformasi birokrasi.

Hal yang sama disampaikan oleh salah satu narasumber diantaranya Teguh Supriadi SH., LLM., Asdep Bidang Agama, Kesehatan Pemuda dan Olahraga dari Kementerian Sekretaris Kabinet ada 3 point yang disampaikan Teguh sebagai narasumber pada pelaksanaan kegiatan acara NSPK tersebut.

Teguh berharap bahwa dengan adanya rancangn aturan yang sedang proses penggodogan ini dapat menjadi Permenpora kedepan yang akan meningkatkan peran serta Menpora didalam ranahnya sebagai lembaga atau kementerian yang bertugas dalam bidang kepemudaaan sehingga memiliki dampak bagi pemuda secara keseluruhan (nasional-red), selain itu menurutnya bahwa kendala selama mengikuti kegiatan pembahasan ini adalah perlunya meningkatkan sumber-sumber referensi kepemudaan serta perlunya pemantapan metode konsep yang bisa bermanfaat bagi pemuda, dengan sumber dan konsep pemetaan yang terstruktur melalui aturan (Permenpora) akan menghasilkan 2 output baik dari sisi Pemuda itu sendiri yang diantaranya melalu Sentra Pemberdayaan Pemuda akan dibarengi pola penyadaran diri sebagai pemuda yang harus mecintai bangsanya, dan dari sisi Pemerintah dijadikannya program tersebut sebagai sebuah kesempatan untuk meningkatkan kepeduliaan pemuda didalam menjaga rasa nasionalsime kebangsaan dengan memberikan pemahaman tujuan bangsa secara keseluruhan yang salah satunya melalui program Sentra Pemberdayaan Pemuda namun demikian bahwa Permenpora ini harus implementatif dengan melibatkan stakeholder lebih banyak lebih prioritasnya mengimplemtasikan dilingkup internal terlebih dahulu melalui stakeholder yang langsung memiliki keterkaitan dengan Kemenpora sepert Dispora.

“Pengimplementasian aturan (Permenpora) yang sedang proses penggodogan ini jika sudah menjadi sebuah Permenpora kiranya harus diperkuat terlebih dahulu dilingkup internal seperti lembaga atau sakeholder yang memiliki keterkaitan langsung dibidang kepemudaan setingkat daerah seperti Dispora agar lebih maksimal, namun demikian selama saya mengikuti proses diskusi rancangan draf aturan ini saya sangat mengharapkan bahwa rancangan ini dapat meningkatkan peran Menpora dalam bidang program kepemudaan, untuk itu perlunya proses penguatan rancangan aturan ini sebelum mencapai finalisasi, maka draf ini harus memiliki sumber-sumber kajian yang lebih banyak dan konprehensif serta perlunya mempertegas metode dan konsep pemetaan pembangunan pemuda secara menyeluruh, manfaat dari setelah selesainya finalisasinya aturan ini jika sudah menjadi Permenpora maka salah satu output yang bisa dihasilkan akan memberi 2 dampak manfaat sekaligus diantarnya, pertama untuk Pemuda dapat dijadikanya sebuah kesempatan untuk membangun jiwa sosial dan kepeduliaan kepada masyarakat kedua untuk Pemerintah dapat dijadikannya kesempatan untuk membangun rasa kecintaan nasionalisme kebangsaan dengan memberikan pemahaman dan tujuan bangsa secara menyeluruh yang salah satunya melalui program Sentra Pemberdayana Pemuda kepada para Pemuda” tandasnya. (Sal)