1 Mei: Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat 1 Mei: Hari Buruh Sedunia 2 Mei: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 5 Mei: Hari Lembaga Sosial Desa (LSD) 10 Mei: Hari Lupus Sedunia 11 Mei: Hari POM - TNI 15 Mei: Hari Korps Resimen Mahadjaya/ Jayakarta (Menwa Jayakarta) 16 Mei: Hari Wanadri 17 Mei: Hari Buku Nasional 19 Mei: Hari Korps Cacat Veteran Indonesia 20 Mei: Hari Kebangkitan Nasiona-Hari Bakti Dokter Indonesia 21 Mei: Hari Peringatan Reformasi 23 Mei: Hari Penyu Sedunia 29 Mei: Hari Keluarga 31 Mei: Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Mota Ain, The Border Indonesia and Timor Leste

  • Kedeputian,Kepemudaan,Pemerintah Daerah
  • Rabu, 31 Oktober 2018

Di tulis oleh : Yeni Ernawati

Peserta Inti Kirab Pemuda 2018

Perwakilan Provinsi Lampung

 

 

Mota Ain merupakan PLBN (Pos Lintas Batas Negara) antara Indonesia dengan Timor Leste, terletak di daerah Atambua yang merupakan Ibukota Kabupaten Belu di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kota ini dijadikan penampungan pengungsi dari Timor Timur pada tahun 1999 yang menyebabkan Timor Timur lepas dari Indonesia.

 

Pada Senin (29/10/2018), Rombongan Kirab Pemuda 2018 zona 2 berkesempatan untuk mengunjungi PLBN. Pertama kalinya kami menginjakkan kaki di perbatasan yang sangat megah dan modern. Kedua Negara ini dipisahkan oleh jembatan yang dibawahnya dialiri sungai menuju laut. Penduduk biasa melintasi jembatan ini untuk menyebrang dari Indonesia ke Timor Leste ataupun sebaliknya. Namun berdasarkan keterangan dari bulan agustus lalu masyarakat indonesia tidak boleh menyebrang unyuk berswafoto ataupun berwisata ke wilayah Timor Leste yang dekat dengan perbatasan karena ada pelanggaran dari Negara tetangga tersebut. Oleh sebab itu kami hanya berfoto di batas saja. Batas tersebut tepat berada di tengah jembatan dengan tanda garis kuning. Dimana ketika kita menginjak antara batas tersebut berarti separuh badan kita berada di Indonesia dan di Timor Leste.

 

Mota Ain merupakan serambi terdepan NKRI yang harus kita jaga keutuhannya. Berdiri megah di Tepi batas 2 negara yang kuatnya seperti pundak ibu pertiwi dan teguhnya seperti  kaki nenek moyang dalam membangun peradaban bangsa dan negara.