Selamat bergabung keluarga kemenpora RI Selamat bergabung keluarga kemenpora RI

Kunjungi Yayasan Hasnur Center, Kemenpora Konkritkan Sinergi Pentahelix

Kami akan terus berkomunikasi dengan Kemenpora dan tim IPB University terkait DDP, khususnya dengan Asdep Karakter Pemuda agar tahun ini kita dapat segera bersinergi

Kunjungi Yayasan Hasnur Center,  Kemenpora Konkritkan Sinergi Pentahelix

DEPUTI 1 | Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda melakukan kunjungan kerja terkait rintisan kerjasama pemberdayaan pemuda dengan Yayasan Hasnur Center (YHC) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Kamis dan Jum’at (23-24/2). Pada kunjungan ini Deputi diwakili Sekretaris Deputi, Esa Sukmawijaya dan Asisten Deputi Karakter Pemuda, Amar Ahmad. Sementara itu dari pihak YHC yang menyambut kedatangan rombongan Kemenpora adalah Director of Relationship and Program Development Prof Sutarto Hadi, Sekretaris Umum, Nina Richi Tressy Putri, dan Wawan Prasetyo sebagai Ketua Pelaksana Program Akademi Pemuda Indonesia beserta jajarannya.

 

Esa berharap agar rintisan kerjasama ini akan membuka peluang baru dalam bermitra lebih luas lagi. "Sebagaimana sebelumnya kami akan bermitra dengan Tanoto Foundation atau TF, kami akan bersinergi juga dengan YHC. Menurut prinsip pentahelix, YHC itu, sama dengan TF, punya banyak potensi. Bergerak atas nama visi dan misi sebuah perusahaan besar, PT Hasnur,  YHC punya ikon media branding yang bagus melalui penguatan sisi akademis karena memiliki kader muda di sekolah menengah dan politeknik serta unit risetnya, HAFECS.  Adapun pemberdayaan masyarakatnya, sebagaimana disampaikan Mas Wawan pada paparan tadi, program Desa Inovatif tahun 2023, sangat kita tunggu hasilnya di 16 Desa lokasi binaan di Kalsel. Kami ingin bermitra dengan YHC melalui kebijakan Sentra Pemberdayaan Pemuda berbasis inovasi Data Desa Presisi sebagai model provinsi dan nasional”, ujar Esa.

Amar menyatakan persetujuannya atas program Hasnur Centre yang mendukung peningkatan nilai Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). “Ujung dari IPP ialah diharapkan naiknya nilai IPP berbanding lurus dengan kualitas pemuda yang unggul. Sehubungan dengan itu, Asisten Deputi Karakter Pemuda memiliki program SPP berbasis rumah ibadah dalam konteks berkoordinasi dengan beberapa rumah ibadah di Indonesia. Kami juga mengusung SPP berupa Mental Health Center. Kami prihatin atas kondisi pemuda kekininan yang galau. Perlu perlu tempat dan teman curhat dengan sesamanya. Diharapkan dengan program tersebut para pemuda akan kita arahkan dengan baik dan benar,” ujar Amar.

 

Jajaran YHC sendiri sangat mengapresiasi kunjungan ini. “Kami mendorong agar kerjasama ini dapat berkelanjutan, salah satunya melalui program unggulan kami, Pemuda Bakti Banua”, ujar Sutarto, mantan Rektor Universitas Lambung Mangkurat. “YHC siap bekerjasama secara intensif dalam rangka melakukan akselerasi peningkatan IPP, khususnya di Kalsel yang selama ini acapkali capaiannya di bawah rata-rata nasional”, harap Nina. Sementara itu Wawan, pemuda berusia 24 tahun, secara detail memaparkan program Desa Inovatif. “Kami rancang pendekatan Ekosistem Desa Inovatif dengan model kolaborasi pentahelix. Adapun tujuan programnya adalah untuk melakukan pengembangan ekonomi lokal, peningkatan partisipasi pemuda, pemberdayaan pemuda daerah, dan peningkatan kualitas guru dan keterampilan petani. Kami telah merekrut pemuda sebagai enumerator. Tugasnya melakukan pengukuran terkait 8 indikator pada IPP dan setelah itu mengukur peningkatan skor/poin IPP. Ini kami lakukan untuk mengkorelasikannya dengan program yang dilaksanakan, agar benar-benar relevan. Dengan Kemdikbudristek kami bermitra dalam bingkai Kedaireka, merealisasikan inovasi pembenihan budidaya perikanan. Adapun dengan BKKBN kami bermitra, turut mendukung penurunan angka Stunting di Kalsel”, pungkas Wawan.

 

Pada bagian akhir kegiatan, rombongan Kemenpora diajak berkunjung ke desa binaan YHC, Desa Sungai Pitung, Alalak, Kab. Barito Kuala. Rombongan diterima Kepala Desa H.M. Yajid Fahmi dan jajarannya. “Desa ini telah cukup lama dibina YHC. Kini kami makin senang dengan kehadiran Kemenpora”, sambut Fahmi. Wawan menambahkan bahwa berdasarkan pendataan tim enumerator, Desa Sungai Pitung memiliki karakteristik pemuda pengangguran sebanyak 47,9%; wirausaha 7,1%; petani/buruh tani 5,9%; swasta 24,9%. Adapun peminatan pemudanya adalah terkait olahraga 12,9%; memasak 24,7%; menjahit 1,8%, lainnya 45,3%. “Kami akan terus berkomunikasi dengan Kemenpora dan tim IPB University terkait DDP, khususnya dengan Asdep Karakter Pemuda agar tahun ini kita dapat segera bersinergi”, pungkas Wawan. (esa/zul/sal/jon)

 

 

BAGIKAN :
PELAYANAN