Selamat bergabung keluarga kemenpora RI Selamat bergabung keluarga kemenpora RI

Deputi Faisal Abdullah Ingin Laporan Kinerja Menjadi Alat Untuk Mengevaluasi Program dan Anggaran

“Masa transisi menuju struktur organisasi yang baru tidak boleh menghambat kinerja program pelayanan kepemudaan Kemenpora”

Deputi Faisal Abdullah Ingin Laporan Kinerja Menjadi Alat Untuk Mengevaluasi Program dan Anggaran Arahan Deputi Saat Pembukaan

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah, saat memberikan arahan secara daring pada Rapat Penyusunan Laporan Kinerja Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Tahun 2022, Selasa (13/12) di Hotel Pesona Alam Resort & Spa, Bogor, Jawa Barat.

Pada kegiatan yang dihadiri oleh para pejabat eselon II di lingkungan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Faisal ingin penyusunan Laporan Kinerja ini dapat mendorong para unit kerja untuk segera menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang belum terlaksana di penghujung tahun 2022. Bagi dia, isu perubahan sistem kelembagaan pada Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru yang tertuang pada Permenpora Nomor 8 Tahun 2022 tidak boleh menghambat kinerja para Asisten Deputi.

“Program kerja pada SOTK lama harus tetap berjalanan selama masa transisi ke SOTK baru. Masa transisi ini masih sangat lama sehingga saya ingatkan kepada para Asisten Deputi, jangan tinggalkan pekerjaan anda karena jabatan Anda masih berlaku sampai dalam masa waktu yang belum ditentukan,” ujar Faisal.

“Menpora Amali menegaskan kita masih bisa membuat program yang berkualitas dengan sisa anggaran yang ada di unit kerja. Contohnya baru saja dilaksanakan National Youth Science and Technology Awards 2022 oleh Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda pada SOTK lama yang sangat diapresiasi oleh Menpora karena dapat menghadirkan inovasi dan kreativitas di kalangan pemuda,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Esa Sukmawijaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dipaparkan masing-masing Laporan Kinerja di unit kerja Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda tahun 2022 untuk dibahas bersama secara internal. Hal tersebut supaya menjadi benchmark, dimana setiap program yang dilaksanakan harus berpedoman pada Perjanjian Kinerja yang ditandatangani oleh setiap Asisten Deputi di awal tahun 2022.

“Kita harus bisa membandingkan target dan realisasi kinerja di tahun 2022 dengan tahun 2021 untuk dievaluasi pada penyusunan Perjanjian Kinerja tahun 2023. Tentu dengan adanya kegiatan ini kita dapat menyeleksi program mana saja yang akan direncanakan ketika SOTK baru mulai diterapkan di Kemenpora,” jelas Esa.

Hadir pada kegiatan ini Asisten Deputi Karakter Pemuda Amar Ahmad, Asisten Deputi Wawasan Pemuda Arifin, Asisten Deputi Potensi Kemandirian Pemuda Tri Winarno, Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan Aris Subiyono, Asisten Deputi Bina Prasarana dan Sarana Pemuda Marheni Dyah Kusumawati, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda Zainal Aminin, para perwakilan Asdep, serta Kepala Bagian Evaluasi dan Penilaian Kinerja Yayat Suyatna, yang menjadi narasumber pada sesi pemaparan Informasi Kinerja Deputi Pemberdayaan Pemuda Berdasarkan SOTK Baru. (edo)

 

BAGIKAN :
PELAYANAN