Selamat bergabung keluarga kemenpora RI Selamat bergabung keluarga kemenpora RI

Kemenpora Jajaki Kerja Sama dengan Kemnaker Untuk Tekan Angka Tingkat Pengangguran Terbuka Pada Pemuda

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan target-target pencapaian kinerja ekonomi gagal tercapai bahkan jauh di bawah target.

Kemenpora Jajaki Kerja Sama dengan Kemnaker Untuk Tekan Angka Tingkat Pengangguran Terbuka Pada Pemuda

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora melakukan audiensi terkait sinkronisasi program kepemudaan di Gedung B lantai 5 Kementerian Tenaga Kerja RI pada Selasa (21/2). Audiensi tersebut membahas isu strategis bidang ketenagakerjaan pemuda serta strategi intervensi program oleh Kementerian/Lembaga. Selain itu, turut dibahas angka indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) serta potensi kemitraan atau kerjasama antara Kemenpora dengan Kemnaker. Hadir dalam audiensi tersebut PJ Perluasan Akses Pendidikan Non-Formal pada Asisten Deputi Potensi Kemandirian Pemuda Mardiko Bagus, bersama para Ketua Tim, serta dari Kemnaker hadir Koordinator Evaluasi dan Pelaporan Biro Perencanaan dan Manajemen Kinerja Moh. Zaenal Arifin dan Subkoordinator Evalap I Biro Perencanaan dan Manajemen Kinerja Ahmad.

"Kita harus lebih mendalami kebutuhan dan harapan masing-masing pihak untuk lebih mengetahui akses apa saja yang bisa disesuaikan kan dalam program kerjasama melalui MoU atau Perjanjian Kerja Sama antara Kemenpora dengan Kemnakerm,” ucap Bagus.

Bagus menambahkan, harapan kedepan akan banyak program dan kegiatan antara Kemnaker dan Kemenpora yang bisa disinergikan dan dikerjasamakan dapat mengurangi angka TPT Pemuda sebagai salah satu indikator yang ada pada IPP. Menurutnya, pandemi COVID-19 telah menyebabkan target-target pencapaian kinerja ekonomi gagal tercapai bahkan jauh di bawah target.

“Kebijakan pemerintah untuk menangani pasca pandemi COVID-19 menjadi faktor krusial yang menyebabkan kembalinya aktivitas tenaga kerja pemuda ke dalam program pemulihan ekonomi di Indonesia,” lanjut Bagus.

Pihak Kemnaker menyambut baik kunjungan dari Kemenpora. Bagi mereka, Kemnaker dan Kemenpora memiliki tujuan yang sama untuk membangun sinergitas pengembangan kemandirian pemuda di bidang ketenagakerjaan.

“Kedua Kementerian ini harus saling berkolaborasi untuk membangun rencana aksi dan menghasilkan program yang produktif dan bermanfaat. Kita memiliki program Tenaga Kerja Mandiri, Balai Latihan Kerja Komunitas, pelatihan berbasis kompetensi, pusat pasar kerja, kewirausahaan di bidang ketenagakerjaan, yang didukung dengan basis data tenaga kerja. Semoga hal ini dapat membantu Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda dalam menyusun program di tahun 2023 dan 2024,” ungkap Ahmad yang diamini oleh Zaenal Arifin. (gus/edo/sal/jon).

 

 

 

 

BAGIKAN :
PELAYANAN