Lapora Pajak Lapora Pajak
Selamat bergabung keluarga kemenpora RI Selamat bergabung keluarga kemenpora RI

Kemenpora RI Gelar Acara Perempuan Bicara: Kiprah Perempuan Menuju Generasi Emas 2045

Profesionalisme dalam berbagi serta peran afirmasi dan kemitraan sangat penting dalam mendorong partisipasi perempuan menuju Indonesia Emas 2045. Peningkatan angka partisipasi pendidikan dan keseimbangan antara laki-laki dan perempuan, isu kesetaraan, relevansi merokok di kalangan pemuda, kehamilan usia remaja, serta mitigasi risiko adalah beberapa isu yang menjadi fokus perhatian dan diangkat oleh Kemenpora RI dalam forum dialog dan kegiatan ini.

Kemenpora RI Gelar Acara Perempuan Bicara: Kiprah Perempuan Menuju Generasi Emas 2045 Kemenpora RI Gelar Acara

DEPUTI 1 | Bandung, Minggu (9/6/2024), Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan pada Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, menyelenggarakan acara bertajuk "Perempuan Bicara: Kiprah Perempuan Menuju Generasi Emas 2045". Acara ini diadakan di Grand Tjokro Bandung, Jl. Cihampelas No. 211-217, Cipaganti, Kota Bandung, Jawa Barat, dan dimulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri dari organisasi kepemudaan, kepelajaran dan kemahasiswaan, dan kepramukaan.

 "Profesionalisme dalam berbagi serta peran afirmasi dan kemitraan sangat penting dalam mendorong partisipasi perempuan menuju Indonesia Emas 2045. Peningkatan angka partisipasi pendidikan dan keseimbangan antara laki-laki dan perempuan, isu kesetaraan, relevansi merokok di kalangan pemuda, kehamilan usia remaja, serta mitigasi risiko adalah beberapa isu yang menjadi fokus perhatian dan diangkat oleh Kemenpora RI dalam forum dialog dan kegiatan ini," ujar Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Asrorun Ni'am Sholeh, dalam sambutannya.

"Adapun tujuan utama kegiatan ini adalah optimalisasi Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, kesejahteraan pemuda, tingkat partisipasi pemuda, dan kesetaraan gender," kata Asdep OKK Amar Ahmad saat menyampaikan laporannya.

Pada tahun 2045, Indonesia akan merayakan 100 tahun kemerdekaannya. Pada saat itu, ditargetkan Indonesia menjadi negara maju, modern, dan sejajar dengan negara-negara adidaya di dunia. Untuk mencapai Indonesia Emas, diperlukan persiapan matang dan langkah nyata. Generasi muda menjadi tombak utama dalam mencapai tujuan ini. Indonesia memiliki beberapa keunggulan yang harus dimanfaatkan dengan baik, termasuk jumlah penduduk yang besar, posisi geografis yang strategis, serta potensi sumber daya alam yang melimpah.

Indonesia juga akan menikmati bonus demografi pada tahun 2045, dengan 70persen penduduk berada pada usia produktif (15-64 tahun). Bonus demografi ini akan menjadi aset penting jika sumber daya manusia (SDM) unggul, kuat, berkualitas, berakhlak, dan berkarakter dapat dibentuk, yang dikenal sebagai Generasi Emas 2045. Pada tahun 2016, Presiden Joko Widodo mengamanatkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional untuk merumuskan Visi Indonesia Emas 2045. Visi ini mencakup gambaran kondisi Indonesia pada 100 tahun kemerdekaan dan peta jalan untuk mencapainya, berfokus pada empat pilar pembangunan: pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

Peran perempuan sangat penting dalam membangun generasi emas 2045. Perempuan memiliki peran utama dalam membentuk keluarga berkualitas melalui proses kelahiran dan tumbuh kembang anak yang optimal. Penelitian dari University of Washington menunjukkan bahwa kecerdasan anak sebagian besar diwariskan dari ibu, karena kecerdasan terletak di kromosom X, yang dimiliki perempuan dalam dua salinan. Oleh karena itu, perempuan atau ibu harus memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam merawat dan menjaga kesehatan anak untuk menciptakan generasi berkualitas, mendidik dan membimbing anak di tengah era perubahan zaman, serta menjalin komunikasi yang baik sehingga rumah dan keluarga menjadi benteng pertahanan dari gangguan sosial.

Selain itu, perempuan harus mendapatkan kesetaraan dalam akses kesehatan dan pendidikan untuk menunjang berbagai peran mereka. Sebagai individu, perempuan harus menjadi individu yang kuat, cerdas, dan siap bersaing di era teknologi. Mereka harus tangguh dalam menjalankan multi peran sebagai ibu, istri, dan profesional. Kesetaraan perempuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan karier sangat penting. Perempuan juga memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan ekonomi keluarga dan negara. Dengan peran penting ini, perempuan menjadi bagian tak terpisahkan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, mencetak generasi yang unggul, dan membangun bangsa yang kuat serta berdaya saing tinggi.

Asdep Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan, Deputi 1 Kemenpora RI, Amar Ahmad menambahkan bahwa, kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain Tenaga Ahli Komisi 10 DPR RI Khalilah dan Wakil Pemimpin Redaksi El Shinta D. Shanti Krisanti dan masing-masing dari para narasumber memberikan wawasan dan strategi konkret untuk meningkatkan peran perempuan dalam berbagai bidang, sehingga mampu berkontribusi optimal dalam mencapai tujuan Indonesia Emas 2045.

BAGIKAN :
PELAYANAN