Esa Sukmawijaya menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan mewakili Mas Menteri dan Pak Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi karena penyelenggaraannya sangat luar biasa serta menganggap bahwa Indonesia dapat belajar banyak dari Tatarstan, salah satu wilayah Rusia, yang mampu menggelar even global kepemudaan KGYS secara rutin sejak tahun 2021.
DEPUTI 1 | Kazan Global Youth Summit (KGYS) 2025 pada di Kazan, Tatarstan, Rusia (29/8/2025). Even tersebut adalah Konferesi Tingkat Tinggi (KTT) yang mempertemukan para pemimpin muda dari seluruh dunia untuk membahas isu-isu global yang mendesak. Tema utama yang diangkat oleh KGYS adalah Pendidikan Kepribadian Pada Era Perubahan Global.
Mewakili Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Esa Sukmawijaya selaku Asdep Pengembangan Kepemudaan Global, Esa Sukmawijaya, hadir dalam kegiatan tersebut.
Esa Sukmawijaya menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan mewakili Mas Menteri dan Pak Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi karena penyelenggaraannya sangat luar biasa serta menganggap bahwa Indonesia dapat belajar banyak dari Tatarstan, salah satu wilayah Rusia, yang mampu menggelar even global kepemudaan KGYS secara rutin sejak tahun 2021.
”agenda yang dibahas dalam konferensi tersebut mencakup isu tentang perubahan iklim, isu identitas, dan krisis yang sedang berlangsung di Gaza. Saya berharap dengan konferensi tersebut para pemuda yang hadir hari ini dapat fokus mencari solusi dan pada penanganan tantangan tersebut ini melalui "kebijaksanaan dan integritas” tutur Esa.
Beberapa Narasumber turut hadir dalam KTT yang diadakan di gedung Teater Kamal, Kazan tersebut. Antara lain Wakil Perdana Menteri Tatarstan, Leila Fazleeva, yang menyatakan kepuasannya atas penyelenggaraan acara internasional ini, dan menekankan bahwa pertemuan semacam itu berfungsi sebagai alat untuk membentuk agenda kebijakan pemuda global. Ia menekankan betapa meningkatnya minat terhadap KTT ini dengan semakin luasnya partisipasi dari berbagai negara.
Adapun Presiden ICYF, Taha Ayhan, menyoroti evolusi KTT ini menjadi tradisi yang kuat sejak awal, dan menggambarkannya sebagai tempat khusus di mana para pemimpin muda berkumpul untuk berbagi ide dan membangun masa depan bersama. Ayhan menekankan bahwa pentingnya pendidikan tidak hanya sebatas kesuksesan profesional, tetapi juga partisipasi masyarakat yang produktif, dengan menekankan karakter, kreativitas, dan pengembangan kepemimpinan.
Adapun Penasihat Presiden Tatarstan, Timur Suleymanov, yang menjelaskan tujuan penyelenggaraan KTT adalah menyatukan kaum muda untuk membentuk kebijakan sejak 2022. Selain itu menjelaskan peran Tatarstan sebagai jembatan yang membantu Rusia menjaga komunikasi internasional.
Kazan Global Youth Summit dihadiri lebih dari 600 delegasi yang mewakili 45 negara. Acara terselenggara atas kerja sama pemerintah Tatarstan, Kazan Federal University, Islamic Countries Youth Forum Forum (ICYF), dan lembaga-lembaga lainnya. Forum ini juga menghadirkan para menteri dari Aljazair, Nikaragua, Venezuela, dan negara-negara Afrika, dengan perwakilan dari sejumlah negara BRICS. KTT ini berlangsung hingga 30 Agustus, membahas isu-isu utama yang dihadapi kaum muda di negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). (esa/thi/mus)